Showing posts with label scratch. Show all posts
Showing posts with label scratch. Show all posts
1
"B"
terdiam
saat air mata itu menetes
tersirat tanya
untuk siapa
untuk apa
aku? kita?
aku..
tak pantas untuk itu
kita...
sudah tak ada lagi kita
terhenyak..
saat air mata itu tak jua berhenti
tak hanya satu,dua,tiga...
terus dan terus...
tersedu dalam pelukku
cukup sayang..
aku tak sanggup melihatmu tersedu
jawab aku sayang...
air mata itu untuk apa? untuk siapa?
KLISE
.....KLISE....
bisa melihat..bisa meraba
bisa kutatap..bisa kujamah
hanya tubuhnya bukan hatinya
hanya separuh bukan sepenuhnya
bukan kamu tapi aku
yaa...
aku yang salah..
kadang berpikir untuk apa separuh jika tak bisa sepenuhnya..
ingin berbalik dan pergi menjauh..
karena aku takut
takut hati ini berharap
takut harapan tumbuh jadi mimpi
takut mimpi hanya akan jadi mimpi
dan sekarang hanya bisa berkata "entahlah"
biar waktu yang menjawab...
yaa..
klise memang..
karena semua rasa memang klise adanya...semalam dengan NYA
semalam akhir nya aku berbicara dengan Nya
setelah lama aku mengabaikan Nya
tak benar-benar mengabaikan sesungguhnya
karena aku masih suka menegurNya
meski hanya sambil lalu semata-mata atas nama sebuah kewajiban
dag..dig..dug...
rasa nya bercampur aduk..perutku rasa nya diaduk-aduk
aku malu....
aku takut...
apa Dia mau menemuiku
apa Dia mau mendengarkan aku
ahh..
aku ingat... Dia pernah berjanji..
kalau sewaktu-waktu aku mau menghubungiNya, Dia akan selalu ada...
aku yakin Dia tak pernah ingkar atas janji Nya...
dan akhir nya ku berbicara dengan Nya tadi malam....
A & K
Aku dan Kamu
apa artinya aku tanpa adanya kamu
kamu tak ada aku pun hilang
kamu tak ada aku takkan jadi aku
O.T.A.K
terkadang hanya ingin menulis dan terus menulis tanpa henti.
hanya ingin membongkar semua isi otakku yang entah mengapa semakin lama terasa semakin sempit.
kadang aku heran, otakku kan bukan kota jakarta yang setiap tahun selalu bertambah sempit.
sedangkan kapasitas otakku? tak ada yang tau berapa besarnya.
sang jenuis Einstein pun belum menggunakan 10% kapasitas otaknya.
jadi kenapa otakku terasa sempit seolah olah kapasitas nya sudah penuh.
dan sekarang semakin sempit saja otakku dengan pertanyaan tentang kenapa otakku terasa sempit.
'kamu'
- kamu -
aku tak tahu apa arti ini semua
ini nyata atau hampa
atau pun semu
saat hati mengusir logika
semua terjadi begitu saja
sungguh
aku bingung
menunggu jawab yang tak kunjung ada
aku tak tahu apa arti ini semua
ini nyata atau hampa
atau pun semu
saat hati mengusir logika
semua terjadi begitu saja
sungguh
aku bingung
menunggu jawab yang tak kunjung ada
"amarah"
AMARAH
begitu banyak luka
bgitu banyak pedih
begitu banyak air mata
lihatlah
buka matamu
perempuan itu
mata nya sudah sendu
tubuh nya sudah rapuh
belum cukup ini bagimu?
ingin memaki
tapi itu takkan pernah cukup
apa mau mu?
jangan hanya sembunyi pada jarak yang terbentang
hadapi
tunjukkan mukamu
lihatlah!!!
lihat itu!!
begitu banyak luka
bgitu banyak pedih
begitu banyak air mata
lihatlah
buka matamu
perempuan itu
mata nya sudah sendu
tubuh nya sudah rapuh
belum cukup ini bagimu?
ingin memaki
tapi itu takkan pernah cukup
apa mau mu?
jangan hanya sembunyi pada jarak yang terbentang
hadapi
tunjukkan mukamu
lihatlah!!!
lihat itu!!
"snow"
Salju dan Embun
salju putih jawabmu, saat kutanya apa yang kau suka
selembut cintaku, katamu
embun pagi, kau juga suka, imbuhmu
sejuk, seperti aku yang selalu menyejukkan hatimu, bagimu
cinta dan sayangmu,sepenuhnya untukku
sayangku, jika ternyata aku bukan saljumu atau embun pagi.
tapi aku matahari di musim panas
lelehkan salju putihmu
atau aku mentari nan terik
uapkan embun pagi
masihkah cinta dan sayang itu untukku?
salju putih jawabmu, saat kutanya apa yang kau suka
selembut cintaku, katamu
embun pagi, kau juga suka, imbuhmu
sejuk, seperti aku yang selalu menyejukkan hatimu, bagimu
cinta dan sayangmu,sepenuhnya untukku
sayangku, jika ternyata aku bukan saljumu atau embun pagi.
tapi aku matahari di musim panas
lelehkan salju putihmu
atau aku mentari nan terik
uapkan embun pagi
masihkah cinta dan sayang itu untukku?
alam dan kita
angin tak lembut hari ini
menyapa kasar hati yang gundah
mentari begitu terik
mendidihkan otak yang panas
mengapa alam tak ramah lagi?
kita semua tau
lihatlah dengan mata
atau sudah buramkah mata kita semua
dengar
alam sudah menangis
alam sudah begitu marah
sudahkah telinga menjadi tuli
hingga hanya diam dan diam atas semuanya
menyapa kasar hati yang gundah
mentari begitu terik
mendidihkan otak yang panas
mengapa alam tak ramah lagi?
kita semua tau
lihatlah dengan mata
atau sudah buramkah mata kita semua
dengar
alam sudah menangis
alam sudah begitu marah
sudahkah telinga menjadi tuli
hingga hanya diam dan diam atas semuanya
LEPAS
teriak, inginku
di telinganya
memaki, mauku
di mukanya
ku hanya ingin dia dan dia terhenyak dan sadar
bolehkah? bisakah?
di telinganya
memaki, mauku
di mukanya
ku hanya ingin dia dan dia terhenyak dan sadar
bolehkah? bisakah?
SaLahKah
tak ada yang bisa ku ucapkan
selain kata kata rindu ku untukmu
hati ini menjerit atas rindu itu
ingin menggegammu tapi tak mampu
ingin mengecupmu tapi jauh
ingin memelukmu tapi semu
ku tau ini tak boleh
tapi salahkah aku atas rindu ini
rindu yang teramat sangat
Tuhan, maafkan aku yang begitu mencintai dan merindukan makhluk-Mu
apa semua ini terlarang
murnikah ini?
suci kah ini?atau hanya nafsu yang menamakan diri nya cinta dan sayang
aku hanya makhluk-Mu yang lemah, Tuhan
ampuni aku atas dosa-dosa yang begitu mencinta dan merindunya
selain kata kata rindu ku untukmu
hati ini menjerit atas rindu itu
ingin menggegammu tapi tak mampu
ingin mengecupmu tapi jauh
ingin memelukmu tapi semu
ku tau ini tak boleh
tapi salahkah aku atas rindu ini
rindu yang teramat sangat
Tuhan, maafkan aku yang begitu mencintai dan merindukan makhluk-Mu
apa semua ini terlarang
murnikah ini?
suci kah ini?atau hanya nafsu yang menamakan diri nya cinta dan sayang
aku hanya makhluk-Mu yang lemah, Tuhan
ampuni aku atas dosa-dosa yang begitu mencinta dan merindunya
"KAMU"
K.A.M.U
entah mulai kapan hati ini bergerak tuk merindumu
saat bersamamu begitu baru untukku
dan tanpa sadar, sebagian ruang pikiranku telah terisi oleh sosok mu
kuingin dirimu
tapi itu tak mungkin
ku tak mau ini berakhir
biarlah semua berjalan seperti ini
ijinkan aku..bolehkan aku..
maafkan lilinku
Maafkan, Lilinku
ku telah berbintang saat kau datang
tawarkan sepercik cahaya sebuah lilin putih
tak se-terang dan seindah bintang
tak megah di atas sana
namun cahayamu nyata, lilinku
rakus atau kah tamak jika ku ingin menikmati mu
saat bintangku bersinar di atas sana
Rintihan Pilu
Rintihan Pilu
aku tak mau berlari
biar ku disini
menggapai yang ada
aku tak sanggup
lepaskan aku
cukup dan hentikan
Bukan Untuk Dia
BUKAN UNTUK DIA
Cukup
Hentikan tangismu
Hatiku teriris melihatnya
Hentikan rintihanmu
Tak sanggup telinga ini mendengarnya..
Hentikan ratapanmu atas dia
Sadarlah
Tak seharusnya ada air mata
Tersenyumlah..
Bangun dan berdiri tegak..
Tangismu,rintihanmu, dan ratapanmu..
Tak sedikitpun layak kau berikan untuknya..
Hentikan tangismu
Hatiku teriris melihatnya
Hentikan rintihanmu
Tak sanggup telinga ini mendengarnya..
Hentikan ratapanmu atas dia
Sadarlah
Tak seharusnya ada air mata
Tersenyumlah..
Bangun dan berdiri tegak..
Tangismu,rintihanmu, dan ratapanmu..
Tak sedikitpun layak kau berikan untuknya..
Bunda
BUNDA
Kerut itu semakin jelas..
Mata itu semakin sembap..
Tatapan itu kosong,menerwang tanpa batas..
Lengannya tlah rapuh..
Suaranya tak menggema lagi..
Tidak..
Itu semu..
Wajahnya masih cantik..
Mata nya masih selalu bersinar
Tatapannya masih lembut seperti dulu..
Lengannya kuat menopang semua beban
Suaranya masih selalu terngiang di telinga..
Serta..
Cinta nya tak kan pernah padam..
Cinta sang bunda..
Mata itu semakin sembap..
Tatapan itu kosong,menerwang tanpa batas..
Lengannya tlah rapuh..
Suaranya tak menggema lagi..
Tidak..
Itu semu..
Wajahnya masih cantik..
Mata nya masih selalu bersinar
Tatapannya masih lembut seperti dulu..
Lengannya kuat menopang semua beban
Suaranya masih selalu terngiang di telinga..
Serta..
Cinta nya tak kan pernah padam..
Cinta sang bunda..
BADAI
dan kau bintangku
bintang bertahta di lazuardi malam
menghias gelap yang dingin dan sunyi
berkedip indah menyapa
sinarmu tlah memikatku, bintang
menciptakan kepingan kepingan mimpi
tinggi tempatmu bintang
terlalu jauh aku tuk menggapaimu
dan kepingan mimpi ini tak akan pernah menjadi sebuah lukisan indah dalam cerita hidupku
aku luluh lantak ,bintangku
meski indah sinarmu
namun keangkuhanmu duduk di singgasana sang lazuardi
tlah menghancurkanku
sinarmu bagai jarum-jarum dari langit
menghujam hati ku
memporak porandakan kepingan mimpi yang kususun
aku tlah hancur,bintangku
dan kau masih di atas sana
menatap ku dingin bersama keangkuhanmu
Subscribe to:
Posts (Atom)
Posted by

